Syaikh Ali Al Halabi Tentang Menjauhi Interaksi Dengan Orang
Dalam Kitab Tadzkiratussami’ karya
Imam Badruddin Ibnu Jama’ah, di bab ke 3, permasalah 10. Ketentuan Menjauh Dari
Orang-orang Dan Berinteraksi dengannya. Disebutkan sebuah paragraf:
“Menghindari interaksi (yang berlebihan)
dengan manusia, karena menghindari hal ini termasuk yang paling penting
dilakukan para thalabul ilmi, terlebih Ketika dengan lawan jenis.”
Al Syaikh Ali Hasan Al Halabi
Rahimahullah menyebutkan, Dalam kitab tahdzib Tadzkiratussami’, Syaikh
mengatakan:
“Maksudnya adalah interaksi dengan
orang-orang dengan melebihi batas wajar, tidak diragukan hal seperti ini adalah
amal yang tercela, dikarenakan dampak buruk yang ditimbulkan darinya, yang
berupa pelanggaran terhadap ajaran islam. Adapun jika interasi tersebut dalam
batas wajar saja, maka Laa Ba’sa (tidak apa apa). Imam At Tirmidzi
(2507) Ibn Al-Ja’ad (745) Dan Al Imam Ahmad serta Ibnu Majah.
Tulisan diatas ialah komentar Syaikh Ali Hasan dalam kalimat “Menghindari
interaksi (yang berlebihan) dengan manusia.” Dalam kalimat lain disebutkan:
“Ini yang di zaman sekarang dimanakan dengan kata ikhtilath.” Oleh sang penulis
di Kitabnya
Menta’rifkan pada bagian karena
menghindari hal ini termasuk yang paling penting dilakukan para thalabul ilmi, terlebih
Ketika dengan lawan jenis
Pada Hal ini pula, yang di larang oleh islam, dan juga sebagai dasar-dasar
akhlak seorang muslim. Yakni mereka boleh bergaul, layaknya sepasang kawan,
atau serangkai kawan. Asalkan tidak melebihi batas syariat, sebagaimana dalam
perkataan Syaikh diatas. Dan dalam sebuah adab, kita lebih baik meninggalkan
interaksi berlebihan, Alangkah baiknya jika kita mendekati kawan yang shalih, Diatas
manhaj yang Haqq. Maka dia akan bisa terdepan dengan teman.
Sebagaimana hadits:
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Agama Seseorang sesuai dengan agama
teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah
Ash-Shahihah, no. 927)
Dan ada hadits Nabi Shalllallahu ‘Alaihi
Wa Sallam:
“Orang beriman yang berinteraksi dengan manusia dan sabar terhadap gangguan
mereka, maa pahalanya lebih besar daripada orang yang tidak berinteraksi dengan
manusia dan tidak sabar terhadap gangguan mereka.” (Hadits Ini shahih oleh
Syaikh Nashiruddin Al Albani (silsilah as shaihah))
Allahu Ta’ala a’lam (Penulis:
Syathir Nabil Ba’jawi)

Comments
Post a Comment